Membuat Pohon Keluarga
- Sep 9, 2015
- 2 min read
Minggu ini, sebagai bagian dari pelajaran Social Studies, Yael belajar tentang keluarga. Untuk lebih memahami nama-nama dan hubungan darah dari satu anggota keluarga dengan yang lainnya, kami membuat beberapa pohon keluarga. Kami mulai dari pohon keluarga terkecil yaitu; keluarga inti.
Setelah itu, mulailah kami mengeksplorasi kerabat-kerabat yang lebih jauh dan memasukkan mereka dalam pohon keluarga yang lebih besar. Dari situ Yael bisa melihat dan bertanya, kenapa Mami punya banyak sekali saudara sepupu, tetapi Yael tidak punya satu pun juga? Hehehehe, itulah bedanya orang jaman dulu dan orang jaman sekarang ya, Yael. Kalau dulu, motonya banyak anak banyak rejeki :)
Supaya lebih terpatri lagi di dalam ingatan (karena banyaknya keluarga yang tinggal berjauhan dan jarang bertemu) kami memutuskan untuk membuat pohon keluarga yang lebih besar – walaupun hanya berisi keluarga dekat saja – agar bisa kami pajang di dinding kamar sebagai dekorasi.
Untuk ini kami butuh :
Satu lembar kertas karton (atau kertas tebal lainnya/bisa juga papan kayu).
Kertas lipat untuk origami.
Cat Acrylic dan kuas.
Pensil, penggaris, gunting dan lem.
Pate a fix.
Cara pengerjaan :
Karena kami menggunakan papan plastik tebal berwarna coklat untuk penampang, kami memilih cat acrylic berwarna putih untuk melukis batang pohonnya. Supaya agak berbeda, kami melukis batang dan dahan-dahan pohon menyamping ke kanan. Setelah selesai, jemurlah hingga kering di bawah sinar matahari. Cat acrylic tidak membutuhkan waktu lama untuk kering.

Untuk masing-masing anggota keluarga yang akan dimasukkan ke dalam pohon keluarga kami butuh satu kertas lipat. Pilih warna yang menarik, lalu lipat kertas lipat menjadi dua secara horisontal. Gambar bentuk daun diatasnya lalu gunting. Daun-daun ini nantinya akan dapat dibuka dan ditutup.

Untuk memudahkan Yael menulis nama masing-masing keluarga di atas daun, saya menggambarkan garis-garis diatasnya sebagai pemandu. Yael menulis nama setiap anggota keluarga di bagian atas daun, dan hubungan keluarga/judul orang tersebut di bagian dalam daun. Misalnya; Noa – Sister, Soeur, Adik Perempuan.



Menulis semua nama-nama keluarga ini, tentunya merupakan proses yang panjaaaaaaang buat Yael – maklumlah, dia baru belajar menulis. Kadang dia mengeluh, tapi saya tetap mendorong dan membujuk dia, bahwa hasilnya pasti akan dia sukai.
Akhirnya, setelah semua nama-nama anggota keluarga selesai ditulis, kami bersama-sama menempel daun-daun ini di atas penampang kami (yang saat itu sudah kering).Yael suka sekali hasilnya! Sekarang saatnya kami pajang pohon keluarga kami di dinding kamar, hore!
Noa juga ikut membantu proyek ini, dia ikut membantu mengecat dahan pohon, menempel daun-daun dan mengacak. Hehehe.




































Comments